
Saat Merenung 6
Kesadaran ini juga membuat aku ingin supaya dalam soal yang begitu penting kita tidak merasa puas dengan kurang berupaya dan berusaha sedapat-dapatnya; jangan kita abaikan sesuatupun, dan semoga Tuhan berkenan diabdi dengan memberikan rahmat supaya kita melakukan segala apa sedapat-dapatnya. Kadang-kadang saya renungkan bahwa kendati saya jahat sekali, saya sedikit mau mengabdi Tuhan, bahwa saya tidak berbuat hal-hal tertentu yang kulihat dilakukan didunia, bila itu tak ada manfaatnya, dan akhirnya, bahwa aku menanggung sakit yang berat-berat dan disertai banyak kesabaran, yang diberikan Tuhan, tetapi tidak cenderung untuk mengeritik atau menjelekkan siapapun – juga rasanya saya tidak ingin suatu kejahatan terjadi atas siapapun. Pun aku tidak serakah, pun aku tak ingat bahwa pernah iri hati begitu rupa sehingga menjadi penghinaan besar terhadap Tuhan; dan ada hal-hal lain – sebab kendati aku begitu jahat, biasanya aku takut akan Tuhan. Namun, kendati semuanya ini, kulihat tempat yang sudah disiapkan setan bagiku. Memang, disebabkan kesalahan-kesalahanku, rasanya saya masih pantas diberi hukuman yang lebih berat lagi. Namun, kukatakan adalah siksaan yang ngeri dan soal yang berbahaya kalau merasa puas dengan diri kita sendiri, pun janganlah jiwa yang jatuh pada setiap langkah ke dalam dosa berat, (life;St. Teresa dari Yesus)