
Saat Merenung 5
Dari pengalaman ini (penglihatan neraka) juga timbul impuls yang besar untuk membantu jiwa-jiwa dari sakit yang luar biasa yang kurasakan karena banyaknya jiwa yang terhukum. Rasanya pasti bahwa untuk membebaskan satu jiwa dari siksaan hebat seperti itu saya mau dengan rela sekali menjalani mati berkali-kali. Kulihat bahwa jika kita melihat seseorang. yang didunia ini kita cintai secara khusus, sedang menderita cobaan berat atau penderitaan, rasanya kodrat kita saja sudah mengundang kita untuk berkasihan; dan bila cobaan mereka itu berat, kita sendiri menjadi tertekan.
Nah, siapa gerangan dapat tahan melihat suatu jiwa berada dalam cobaan yang paling berat yang tak ada akhirnya? Tak ada hati yang dapat menanggungnya tanpa merasa pedih. Sebab bila di dunia sini, kita tahu bahwa segala sesuatu akan berakhir dan ada batasnya, kita masih tergerak untuk merasa kasihan sekali, aku tak tahu bagaimana kita bisa tenang mengenai kehidupan lain yang tak ada akhirnya, bila kita lihat bagaimana setan tiap-tiap hari menyeret sekian banyak jiwa kedalam neraka.
(LIFE; St. Teresa dari Yesus)