Di tengah hiruk-pikuk dan kebisingan kota metropolitan ada sudut kecil di mana sekelompok rubiah tekun berdoa untuk Keuskupan Agung Jakarta dan bekerja dalam keheningan seumur hidup mereka. Dengan hidup dalam klausura mereka tidak pernah meninggalkan biara. Dan tidak ada cuti. Hidup mereka sederhana dalam komunitas yang kecil.
Biara kontemplatif dengan klausura ketat di tengah kota sepadat dan seramai megapolitan Jakarta adalah hal yang baru terutama di Indonesia. Namun, demikianlah cita-cita St. Teresa dari Yesus, pembaharu Ordo Karmel. Ibu Pendiri ini menginginkan biara-biaranya didirikan di pusat perkotaan penting di abad XVI Spanyol dan bukan di tempat terpencil seperti lazimnya biara-biara kontemplatif. Ini memang merupakan sesuatu yang baru dalam sejarah Gereja, bahwa komunitas-komunitas kontemplatif menancapkan akar-akar mereka dan bertumbuh di dalam kota-kota di mana orang-orang bekerja,menderita dan menemukan sukacita. Semoga bisa menjadi ragi di sana.
Perpaduan visi St. Teresa dari Yesus telah menghadirkan semangat para pertapa di Gunung Karmel pada abad ke XIII ke dalam konteks perkotaan modern dengan visi Bapa Ignatius Kardinal Suharyo yang merindukan adanya komunitas kontemplatif di Keuskupan Agung Jakarta yang bhineka, akhirnya melahirkan Biara OCD St. Yosef di Kompleks Samadi, Klender.
Pada tanggal 31 Mei 2016, delapan rubiah meninggalkan biara mereka di Lembang, Keuskupan Bandung untuk memulai pendirian biara baru ini atas undangan Bapa Uskup. Selama tiga tahun lebih para rubiah tinggal sementara di salah satu kampus dalam kompleks Pusat Pastoral Samadi. Setelah penantian yang cukup panjang, akhirnya IMB untuk pembangunan biara mereka keluar dan dimulailah pembangunan biara yang juga terletak dalam kompleks Samadi. Biara diberkati pada tanggal 17 November 2019 oleh Bapa Ignatius Kardinal Suharyo. Pada tanggal 28 Agustus 2020, komunitas ini mendapat anugerah istimewa dari Takhta Suci yaitu izin resmi untuk Pendirian Kanonik Biara OCD St. Yosef. Dan pada tanggal 15 Oktober 2020 Biara OCD St. Yosef resmi sebagai biara sui juris atau biara mandiri dengan dikeluarkannya dekrit oleh Bapa Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta.
st. therese of child jesus and holy face
Syarat untuk menjadi seorang Rubiah Karmel
1. Berusia 18 – 35 Tahun
2.
Waktu Kunjungan:
Senin – Sabtu
8.00 a.m. – 11.00 a.m. and 15.00 p.m. – 16.00 p.m.
Minggu
9.00 a.m. – 11.00 a.m. and 15.00 p.m. – 16.00 p.m.
Hari Rekoleksi (Tidak Menerima Kunjungan) :
Setiap Hari Jumat Pertama dan Ketiga dalam bulan, dan Rabu setelah Jumat Pertama.
OCD St. Yosef Jakarta
“Tersembunyi di balik tembok biara, kami hadir bagi Gereja dan dunia”
Alamat :
PGAK Samadi, Jl. Dermaga No. 6, Klender, Jakarta Timur
Telepon:
(+6221) 22086856
Email:
Youtube:
© 2025 Discalced Carmelite Monastery of St. Joseph, Jakarta. All rights reserved