
Pada tahun 2024 ini Sr. Maria mengenang kembali perjalanan panjangnya dalam menapaki lorong-lorong kehidupan sebagai Rubiah Kontemplatif di Ordo Carmelitarum Discalceatorum Indonesia selama 40 tahun. Bukan waktu yang singkat, apalagi hidup di biara berklausura. Sr. Maria kembali mensyukuri akan kasih Tuhan yang telah setia membimbing dan menuntun perjalanan hidup rohaninya dan menjadikan Sr. Maria terus bertumbuh dalam kasih karunia Allah yang berlimpah-limpah, yang membuat sekitarnya mengalami juga buah dan sinar dari kedalaman hidup doanya.
Ini sepandang layang kisah panggilan Sr. Maria yang diambil dari wawancara singkat oleh suster novis kami antara Sr. Teresa dari Yesus dengan Sr. Maria menjelang pesta 40 tahun hidup membiaranya.
Suster Maria dari Yesus Tersalib, OCD, pada tahun 2024 ini genap 40 tahun hidup membiara. Tepatnya awal perjalanan hidup membiara Sr. Maria:
14 juni 1983 masuk sebagai postulant.
14 juni 1984 saya menerima busana ordo,
Kaul Pertama 14 juni 1986,
Kaul Agung 14 juni 1989.
Bermula dari ingin tahu alias kepo, Ini titik awal keberangkatan untuk meniti jalan panggilan hidupnya. Tuhan memanggil setiap jiwa dengan caranya masing-masing. Dan Sr. Maria menerima panggilan itu melalui Homili seorang Romo tentang St, Theresia dari Kanak-kanak Yesus…… Ini saatnya Tuhan menabur benih panggilan di hati Sr. Maria.
Kembali Tuhan menyiram benih yang telah ditaburnya melalui sebuah majalah Katolik yang sejak dulu sudah terkenal yaitu Majalah Hidup. Tanpa disangka-sangka artikel kisah orang kudus; St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus dimuat dalam majalah Hidup. Dengan judul artikel “Sehari di Biara Karmel OCD Lembang” Sr. Maria membacanya dengan penuh minat, yang tadinya hanya mendengar, sekarang dapat membaca dengan lebih lengkap kisah orang kudus ini. “Saya baru tahu kalau St.Theresia itu seorang suster Karmel. Waktu itu saya merasa begitu tersentuh…”
“Saya mau membalas cinta Tuhan, mau membalas cinta Yesus yang sudah mencintai saya, dengan melalui Doa, mau mengikuti Yesus yang berdoa. Karena biara kontemplatif OCD adalah biara yang khusus kerasulannya adalah Doa.”
Suka duka
Pada awal masuk biara itu, ada perjuangan yang besar terutama penyesuaian,” Itu tentu tidak mudah yah.. sebagai anak muda,untuk penyesuaian dari dunia ramai ke dunia sunyi dan semua acara diatur oleh jam dan lonceng, itu awal-awal memang agak sulit tapi lama-kelamaan biasa.”
Dan juga ada perjuangan lebih lagi menurut Sr. Maria;”Juga mungkin hidup dalam biara tertutup itu ada kemungkinan diserang rasa jenuh yah, tapi kita harus bisa melawan atau mengantisipasinya dengan mengisi semua kegiatan itu dipersembahkan kepada Tuhan semua kegiatan diisi intensi misalnya untuk kepentingan; Teman, Komunitas, Gereja, Negara, Saudara-saudari, bisa macam-macam.” Itulah perjuangan yang terberat yang dialami oleh Sr. Maria dalam awal panggilan. Namun karena cinta kepada Tuhan semakin bertumbuh seiringnya waktu. Hal-hal itu sudah tidak menjadi halangan untuk dapat bersyukur dan memuji keagungan Tuhan di dalam keheningan biara.
Setelah 32 tahun hidup membiara di biara OCD Lembang Bandung. Tuhan menghendaki agar di tempat lainpun berdiri biara OCD. Tepatnya pada tgl 31 Mei tahun 2016, Sr. Maria dengan sukarela dan juga penuh iman, harapan serta cinta memulai kehidupan baru; untuk menjadi bagian dari pendirian biara OCD di Metropolitan Jakarta. Menjadi berkat dan kegembiraan rohani bagi umat di Keuskupan Agung Jakarta. “Saya merasa Tuhan menghendaki biara OCD di Jakarta juga.” Inilah suatu keyakinan yang ada di dalam hatinya.
“Saya bersyukur, hanya mensyukuri kasih setia Tuhan saja yah, saya merasa tidak layak, merasa walaupun mau membalas kasih Tuhan balasan saya itu tidak seberapa, saya merasa belum buat apa-apa hanya merasa kebaikan Tuhan saja.” Setelah 40 tahun mengarungi Samudera Hidup Membiara di biara kontemplatif OCD, kalimat-kalimat inilah yang ada di dalam hati. “BERSYUKUR ATAS KEBAIKAN TUHAN”
Sr. Maria mengajak Pemudi-Pemudi:
Mari bergabung dengan kami menjadi Rubiah Pendoa di Biara OCD St. Josep Jakarta, terutama Keuskupan Agung Jakarta yang sangat membutuhkan pendoa-pendoa.