Aku bersyukur kepadaMu, o Allahku, untuk segala rahmat yang Kaucurahkan padaku, terutama karena Engkau telah berkenan membiarkan aku melewati dapur api penderitaan.
Dengan gembira aku akan memandang Engkau, bila pada hari terakhir Engkau akan memangku tampuk kerajaan salib.
Karena Engkau telah memperkenankan aku mengambil bagian pada salib yang luhur maka aku harap akan menyerupai Engkau di surga dan melihat luka-luka derita-Mu yang kudus berseri pada tubuhku.
Sesudah masa pembuangan di bumi ini aku harap boleh menikmati Engkau dalam tanah air abadi, namun aku tak mau mengumpulkan pahala untuk surga.
Aku hanya mau bekerja bagiMu karena cinta, dengan tujuan satu-satunya ialah untuk menyenangkan Engkau, menghibur Hati kudus-Mu dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang akan mencintai Engkau sampai keabadian.
Pada senja kehidupanku aku akan tampil di depanMu dengan tangan kosong, sebab aku tidak minta kepadaMu, Tuhan, untuk memperhitungkan pekerjaan-pekerjaanku.
Semua tindakan kami yang baik, mengandung aib dalam pandanganMu.
Oleh sebab itu aku mau mengenakan kebaikanMu sendiri, dan dari cintaMu memperoleh DiriMu untuk selamanya.
Dalam mataMu waktu tak berarti, satu hari sama dengan seribu tahun. Dalam sekejap mata Engkau dapat menyiapkan aku untuk tampil di hadapanMu.
Untuk hidup dalam cinta sempurna, aku menyerahkan DIRIKU SEBAGAI KURBAN BAKARAN KEPADA CINTAMU YANG BERBELASKASIH, sembari aku mohon kepadaMu supaya terus-menerus menghanguskan daku; dan gelombang-gelombang kasih-Mu yang tak terhingga yang ada dalam diriMu melanda jiwaku, dan dengan demikian aku boleh menjadi martir cinta kasihMu, o Allahku!
Semoga jenis kemartiran yang demikian itu menyiapkan saya untuk tampil di hadapanMu dan akhirnya membawa maut bagiku.
Semoga jiwaku serentak menghempaskan diri ke dalam rangkulan cinta-Mu yang berbelaskasih.
Ya Kekasihku, aku ingin mengulang-ulang kurban ini pada setiap denyut nadiku, sampai segala bayangan melenyap dan aku boleh mengulangi cintaku kepadamu dalam pandangan abadi dari wajah ke wajah!
Maria Fransiska, Thérése dari Kanak-kanak Yesus dan dari Wajah Kudus.