
14 Desember Hari Raya St. Yohanes dari Salib. (Pujangga Gereja, Guru Mistik dan Doa)
RIWAYAT HIDUP: 1542-1591
Yohanes de Yepes lahir di Fontiveros, Spanyol pada tanggal 24 Juni 1542. la masuk Ordo Karmel pada tahun 1563 dan atas izin atasannya, Yohanes menjalani hidup yang lebih keras.
Pada tahun 1568, ia bergabung dengan Ordo Karmel Tak Bersepatu yang telah dipugar bersama Santa Teresa dari Yesus (Avila). Dan mengganti namanya dengan Yohanes dari Salib. Dia adalah imam pertama yang menjadi pengikut Santa Teresa. Ordo yang dipertahankannya dengan gigih seumur hidupnya melalui banyak cobaan dan tantangan yang justru menghantar dia ke tingkat doa yang tertinggi.
la wafat di Ubeda pada tahun 1591 sebagai seorang suci besar dan penuh dengan hikmat kebijaksanaan, sebagaimana dapat disaksikan dari karya-karya rohani yang ditinggalkannya.
Paus Benediktus XIII, memberinya gelar sebagai seorang kudus pada tahun 1726 dan Paus Pius XI menganugerahi gelar sebagai Pujangga Gereja pada tahun 1926.
Beberapa peninggalan karya tulisannya yang sungguh sangat berguna bagi para muridnya dan yang menuntun kita di jalan doa : Buku Mendaki Gunung Karmel, Buku Malam Gelap, Buku Madah Rohani, Buku Nyala Api Cinta dan buku Karya-Karya Kecil.
Dari Madah Rohani karangan Santo Yohanes dari Salib. Pengetahuan tentang misteri-misteri yang tersembunyi dalam Kristus. Semakin banyak misteri dan keajaiban-keajaiban yang sudah diterangkan oleh para Pujangga Suci dan dimengerti oleh mereka yang telah mencapai tingkat ini, yakni persatuan dengan Allah semakin banyak lagi yang dapat dibicarakan dan dimengerti.
Maka kila harus rmenembus amat dalam ke dalam Kristus; karena la adalah mirip suatu tambang yang tidak ada habisnya, mempunyai lorong-lorong yang tak terhitung banyaknya, penuh harta yang berharga. Dan berapa dalampun seseorang menembusinya, ia tidak pernah menemukan ujungnya; akan tetapi pada setiap lorong itu ada lagi jalur-jalur kekayaan baru yang nampak bercabang-cabang ke segala arah.
Inilah sebabnya maka Santo Paulus mengatakan bahwa di dalam Kristus tersembunyi semua harta dan kebijaksanaan Allah, namun suatu jiwa tidak dapat masuk dan mencapainya tanpa terlebih dahulu melalui banyak penderitaan lahir maupun batin, serta mendapat banyak anugerah Allah, baik dalam bidang akal budi maupun perasaan, serta berkanjang dalam latihan-latihan rohani untuk mencapai maksud ini. Semua hal ini adalah kurang daripada “jurang-jurang yang dalam” dari pengetahuan tentang misteri hidup Kristus dan melalui jalan persiapan untuk mencapainya adalah kebijaksanaan tertinggi yang dapat dicapai dalam hidup ini.
Asal kita dapat mengerti bahwa padatnya kebijaksanaan dan kekayaan Allah hanya dapat dicapai dengan melewati bermacam ragam penderitaan dan menjadikannya kesenangan dan dambaan jiwa dan bahwa suatu jiwa yang sungguh-sungguh merindukan kebijaksanaan, harus terlebih dahulu rindu mencemplungkan diri ke dalam kepekatan salib.
Karena itu Santo Paulus memperingatkan umat Efesus jangan putus asa kalau mengalami tekanan dan sungguh-sungguh berakar kuat dalam kasih agar dapat mengerti bersama segala orang kudus mengenai lebar, panjang, tinggi dan dalamnya dan mengetahui juga cinta kasih yang unggul dari pengetahuan tentang Kristus, sehingga dipenuhi dengan kepenuhan Allah.
Pintu masuk ke dalam kekayaan kebijaksanaan ini adalah salib dan sempitlah pintu itu dan hanya kepada beberapa orang saja diberikan keinginan untuk melaluinya walaupun banyak orang yang mendambakan kenikmatan yang terdapat daripadanya. “Aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam Salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.” Gal. 6:14